PENTAS SENI

Penampilan nyambai Persembahan Siswa-Siswi SD Negeri 3 Kota Besi Dalam Rangka Turut Memeriahkan Festival Sekala Bekhak Ke-9 Tahun 2023 Di Lamban Pancasila Way Mengaku Lampung Barat Minggu, 18-Juni-2023

SPMB T.A 2025/2026

SISTEM PENERIMAAN MURID BARU (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026.

Tari Sembah Batin

Penampilan Siswa-Siswi SD NEGERI 3 KOTA BESI Dalam Rangka Peresmian Gedung Lamban Pancasila Lampung Barat

Foto Bersama Siswa-Siswi Kelas VI

Momen Acara Pelepasan/Perpisahan Siswa-Siswi Kelas VI Tahun Ajaran 2024.2025

Kegiatan Ekstrakurikuler Sekolah

Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka.

"Terima kasih atas kunjungan Anda di portal pendidikan SD Negeri 3 Kota Besi. Semoga informasi yang tersedia bermanfaat."

Selasa, 16 Agustus 2022

Skuad Tim Sepakbola SDN 3 Kota Besi 2022/2023

Foto bersama sebelum Bertanding dalam rangka memeriahkan HUt RI ke 77 tahun

Siswa SDN 3 Kota Besi Berprestasi

Dalam Rangka memeriahkan Hut RI yang ke 77 

Siswa SDN 3 Kota Besi Berhasil Membawa 2 Juara : 

1. Juara I Lomba Bulu Tangkis (Tunggal Putri) Tingkat Sekolah Dasar Se-Kecamatan Batu Brak yang di raih oleh Adinda Asela Putri ( Kelas III ) 
2. juara III Lomba Bulu Tangkis (Tunggal Putra) Tingkat Sekolah Dasar Se-Kecamatan Batu Brak yang di raih oleh Fajar Juliantoro ( Kelas V )
Foto Bersama Kepala Sekolah dan Guru Pendamping

Ucapan Selamat HUT RI Ke 77 Tahun Kepala Sekolah SDN 3 Kota Besi

Ucapan Selamat HUT RI Ke 77, SDN 3 Kota Besi Lampung Barat

Kamis, 13 Januari 2011

BUDAYA SEKURA LAMPUNG BARAT

SEBENARNYA Lampung kaya dengan karya seni dan budaya Pesta sekura (sekuraan), misalnya yang dilaksanakan masyarakat Lampung Barat sebagai pesta rakyat setiap awal bulan Syawal.
Dalam sekuraan, terdapat sekura. Bedanya, sekuraan meliputi perayaan dengan tahap-tahapannya. Sedangkan sekura itu orang yang berusaha menutupi wajah dan badannya sedemikian rupa agar tidak dikenali dalam tradisi sekuraan. Beberapa wilayah di Lampung Barat seperti: Belalau, Balik Bukit, Batubrak, Sukau, Kenali, dan Liwa masih menghidupkan tradisi sekuraan ini. Bahkan, di Festival Krakatau juga digelar sekuraan ini dalam acara Apresiasi Topeng Seribu Wajah, juga pada Festival Teluk Stabas (FTS) 2007.
Atraksi Sekura

Dalam dua tahun terakhir ini, tidak hanya kontingen Lampung Barat yang mempersembahkan tarian topeng, tapi juga dari Tanggamus dan Bandar Lampung. Pesta sekura berupa tarian topeng ini berlangsung selama satu pekan. Pesta ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur, sukacita, dan renungan terhadap sikap dan tingkah laku. Biasanya sekura dilaksanakan bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri. Pesta ini dilaksanakan bergiliran dari satu kampung ke kampung lain.

Jumat, 05 November 2010

SEJARAH Jam automatis pertama kali diciptaan Abraham Perrelet 1780. Jam kantung pertama kali diciptakan oleh Peter Henlein di Jerman tahun 1524. Begitu banyak kekurangan dari jam kantung pertama ini, baik dari sisi berat dan pengoperasiannya yang rumit membuatnya menjadi tidaklah praktis digunakan sebagai jam kantung. Mesin yang digunakan masih terbuat dari besi biasa, yang dikemudian hari mengalami kemajuan menggunakan kuningan. Selain itu pada jam kantung pertama ini belum terdapat balance spring dan sangat tidak akurat. Jam ini hanya memiliki satu jarum yaitu jam dan harus diputar dua kali dalam sehari, tetapi 

disamping semua kekurangan itu, hal ini merupakan  
sebuah inovasi dan kemajuan yang sangat pesat pada jamannya.Dikemudian hari penemuan besar di jaman itu adalah per spiral yang bentuknya melingkar seperti obat  nyamuk bakar yang memungkinkan penyimpanan energi yang lebih lama untuk menggerakkan jam, yang juga memungkinkan penurunan secara drastis berat dari jam. Bentuk jam menjadi populer pada tahun 1600-an dengan ada bentuk-bentuk binatang atau objek lain, tetapi tema keagamaan menjadi hal yang populer. Walaupun mengalami beberapa kemajuan, tetapi jam masih lebih dianggap sebagai perhiasaan pada masa itu.
Tahun 1704 batu rubi untuk pertama kali digunakan dalam mesin jam dalam upaya untuk meningkatkan ketepatan waktunya. Tahun 1780 enamel (lapisan cat/porselen) digunakan pada plat permukaan tampilan jamz(dial) sehingga membuatnya lebih mudah telihat pada kondisi minim cahaya. Pada tahun 1780 mesin automatis (energi pada per terisi secara otomatis tanpa harus diputar secara manual)diciptakan oleh Abraham Perrelet (merk Perrelet hingga sekarang masih ada) tapi oleh Thomas Prest dipatenkan di tahun 1820. Pada tahun 1809 di Amerika, produsen jam pertama adalah Luther Goddard of Shrewsbury di Massachussetts. Tahun 1848 Louis Brand membuka tempak kerja jam pertamanya di La Chaux de Fonds yang dikemudian hari kita kenal sebagai merk Omega. Tetapi perusahaan-perusahaan jam di Amerika lah yang melakukan produksi secara massal ditahun 1850 seperti Walthan, Elgin dan Hamilton (semua merk ini hingga sekarang masih ada) Tahun 1900-an kemajuan pesat dalam ilmu per-logam-an berpengaruh terhadap mutu dari balance spring (per rambut) yang merupakan bagian yang sensitif terhadap perubahan temperatur dan posisi yang sangat berpengaruh terhadap ketepatan jam. Tahun 1905 awal mula Rolex oleh Hans Wilsdorf. Tahun 1914 dibuat untuk pertama kali jam tangan dengan alarm
Tahun 1924 Seiko berdiri di Tokyo

Kamis, 04 November 2010






TRADISI dan MASA DEPAN KEKUATAN SEBUAH KEBUDAYAAN memaknai
Pesta Budaya Sekura di Kabupaten Lampung Barat


Sebuah kebudayaan, sejatinya merupakan kristalisasi pemikiran manusia dari hasil adaptasi, interaksi, pencarian, penjelajajahan, imajinasi, permenungan bahkan kadang-kadang penemuan coba-coba terhadap alam, hubungan sesama manusia, dunia abstrak serta dunia transedensi, kebudayaan diciptakan oleh manusia-manusia kreatif untuk mengatasi, menjelaskan dan menyelesaikan persoalan-persoalan hidupnya berkenaan dengan dunia dimana manusia itu berada. Artinya, sebuah kebudayaan mestinya menjadi sesuatu yang sangat dekat dengan dunia lahir bathin pemiliknya karena ia terbit dan berakar dari persoalan-persoalan setempat. Jika sebuah kebudayaan mampu bertahan dalam rentang waktu yang panjang, niscaya ia memberikan suatu yang dibutuhkan oleh manusia pemiliknya dan sebaliknya kebudayaan tanpa akar yang kokoh hanya akan menjadikan kebingungan dan keterasingan.
SEKURA adalah satu dari sekian bentuk/hasil kebudayaan kuno di Lampung, menilik nukilan-nukilan inskripsi arkeologi, Sekura telah diwariskan oleh para leluhur orang Lampung ketika negara-negara tradisional yang tercatat dalam sejarah belum lagi lahir. Kita kemudian mahfum. Ketika negara-negara tradisional itu runtuh dan berganti dengan negara baru, kebudayaan sekura masih terus bertahan dan menyebar menyatu dengan jiwa masyarakat. Bahkan ketika hasrat membentuk Negara Bangsa yang bernama Indonesia, tidak lagi bisa dibendung, sekura masih terus bertahan dan melanjutkan eksistensinya.
Sedikit di ilustrasikan tentang Pesta Budaya Sekura, Pesta Budaya Sekura adalah Pesta Budaya Tradisional yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri biasanya mulai dari 1 Syawal sampai 6 atau 7 Syawal setiap hari bergantian dari Pekon ke Pekon yang lain.Pesta Budaya Sekura dalam pandangan secara umum kegiatan ini hampir sama dengan pentas theatre luar ruang dengan pelaku adalah masyarakat, dimana gambaran kegiatan budaya ini adalah identik dengan kemenangan, kebebasan dan kegembiraan sebagai ungkapan jiwa manusia untuk berkreasi dan berekspresi. Sekura dalam kebudayaan ini artinya topeng/penutup wajah (menutup wajah) atau merubah penampilan yang menggambarkan berbagai bentuk sifat dimuka bumi ini tapi dalam pesta sekura ini penggambarannya adalah suasana kegembiraan dan kebebasan berkreasi dan berekspresi dalam kebersamaan berkelompok.
Pesta Budaya Sekura secara definisi merupakan perayaan dan atau ungkapan kegembiraan masyarakat secara bersama-sama dengan bertopeng (menutup wajah) dan merubah penampilan sedemikian rupa yang sifatnya menghibur serta bertujuan utama bersilaturahim yang berpuncak pada panjat pinang secara berkelompok dengan sistim beguai jejama (gotong royong). Sekura secara teknis dibagi 2 kelompok :
SEKURA BETIK (Helau), penampilannya helau (indah) lucu, bersih dan sifatnya sebagai penghibur, dengan menggunakan kaca mata gelap dan semua kostum dari kain panjang dan biasanya penutup kepala menggunakan selindang miwang (kain khas sebutan masyarakat Lampung Barat), kemudian pinggangnya juga dipenuhi gantungan kain panjang, banyak atau sedikitnya kain panjang yang dipakai oleh seorang atau kelompok orang yang sedang bersekura menunjukkan banyak atau sedikitnya Muli yang jadi pengikutnya (dalam Kebotnya/kelompoknya) karena kain panjang yang dipakai oleh Sekura tersebut dahulunya adalah hasil pinjaman dari muli-muli yang ada dalam Jukku/Kebot adatnya. sekura betik labih mengarah pada menghibur penonton dengan tingkah mereka yang bebas berekspresi, sekura betik tidak berhak mengikuti panjat pinang, hanya sebagai penggembira.
SEKURA KAMAK (kotor), memiliki penampilan kotor, bisa disebut sebagai juga sebagai “Sekura Calak”. Kamak (kotor) adalah ciri sekura ini yaitu memakai topeng dari bahan Kayu atau dari bahan-bahan alami (tumbuh-tumbuhan) dan atau terbuat dari bahan-bahan yang jelek/bekas yang membaluri tubuh mereka yang akan menjadikan penampilannya menjadi lebih unik dan kotor dengan pakaian aneh dan lucu. Sekura Kamak berhak memanjat pinang yang telah ditentukan, untuk bersaing dan bekerjasama dalam berkelompok untuk mencapai puncak dan menjadi pemenang.
Kini kita beruntung hidup dan menjadi bagian dari masa dimana batas-batas ruang dan waktu menjadi begitu maya akibat pencapaian ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada masa seperti itu, kita seolah tenggelam dalam aliran deras unsur dan bentuk-bentuk budaya yang akar dan sumbernya antah berantah. Tanpa persikafan bijak dan hati-hati terhadap fenomena seperti itu kita akan hanyut kedalam lautan yang membingungkan dan ironi, ilmu pengetahuan dan teknologi yang mestinya mempermudah dan mensejahterakan hidup manusia, bisa berbalik memperbudak dan menghadirkan bencana. Politik yang sedianya menjadi jalan mencapai tujuan bersama, bisa terdistorsi menjadi lahan perebutan dengan mengorbankan kebersamaan. Lampung Barat menyimpan segala potensi bagi sebuah kebangkitan menyongsong masa depan dengan berpijak pada tradisi yang berakar dalam.
Pesta Budaya Sekura diharapkan bisa menjadi sebuah gerakan kebudayaan dan meneteskan inspirasi untuk lahirnya gerakan-gerakan kebudayaan yang lebih besar dan menyeluruh. Pesta Budaya Sekura moga-moga bisa menjadi salah satu titik berangkat bagi pemaknaan kehidupan kreatifitas, moralitas, nilai-nilai sosial, budaya dan kemanusian dalam cara-cara yang kreatif dan berwawasan kedepan, intelektualitas tanpa kreatifitas hanya akan membawa suatu bangsa menempati posisi pengekor bukan pelopor. Kekinian adalah sejarah yang berjalan, sebuah tradisi membangun. Penetapan ikon sekura pada core event berskala nasional Festival Krakatau Provinsi Lampung 2 tahun terakhir ini sebagai dorongan dalam berkreasi merupakan langkah kreatif. Tentunya diharapkan juga kemunculan ide-ide baru sejenis yang tujuan pokoknya adalah menggali dan melestarikan seni budaya warisan leluhur, tidak kalah pentingnya Pesta Budaya Sekura akan membantu masyarakat dalam memahami berbagai nilai seni budaya masyarakat Lampung dan masa lalu, masa kini dan masa-masa mendatang. Kebudayaan dalam masyarakat tradisional mempunyai posisi, fungsi dan pemaknaan yang lekat dengan kebutuhan, akan estetika, etika, spritualitas, identifikasi, komunalitas dan juga ekonomi.
Sekura dalam perkembangannya mengalami reduksi fungsi sehingga terus menerus hingga berjarak dengan masyarakatnya. Bukankan kekinian adalah sejarah yang berjalan, sebuah tradisi yang membangun? Tidak hanya mempresentasikan sebuah bentuk seni/kebudayaan yang disikapi sebagai tontonan belaka, oleh karena itu disini diharapkan masyarakat dapat terlibat langsung dengan mengekspresikan gagasan tentang SEKURA supaya dianggap penting oleh masyarakat sehingga muncul gagasan-gagasan dari masyarakat untuk terlibat dalam kreasi seni, maka pembayangan sekura dimasa depan akan lebih nyata dan terbaca kemungkinan-kemungkinannya. Pesta Budaya Sekura diharapkan bukan hanya perhelatan dan pesta budaya belaka namun juga untuk kembali menggali spirit sekura dalam memory kolektif masyarakat.
Mungkin ini hanya sebuah daya kejut kepada masyarakat namun diharapkan mempunyai dampak yang signifikan untuk mengembalikan identitas atau alternatif identitas di era sekarang yang cenderung menuju kebudayaan yang instant dan seragam. Harapan terbesar tujuan utama dari Pesta Budaya Sekura adalah Sebagai sprit sumber penciptaan seni kekinian yang multi dimensional agar menjadi warisan generasi mendatang.
Sumber: http://se-canggu.blog.friendster.com/